coretan yang menyata part 1

sudah lama ingin berbagi perjalanan akhir tahun lalu. sebenarnya perjalanan ini tanpa di rencana sama sekali. tapi kalau diinginkan memang benar 🙂

bulan desember 2017 rasanya menggebu gebu ingin mengunjungi seorang sahabat dii pulau  sebrang, apalagi mendapat kabar bahwa kondisinya sedang tidak baik-baik saja ., namun realita jarak kami terlampau jauh . akhirnya hanya sebingkis paketan yang  menjarat ke rumahnya sebagai secuil rindu kami yang bisa terobati.

kala itu dia memberikan kami sebuah foto pantai di sana ,dengan caption “ayo tak tunggu makan ikan bakar disini” , seketika itu mendapat foto itu ,langsung lah saya jadikan status di WA dengan caption “korksian masih menumpuk, yang ngundang jalan jalan sudah ga sabar :)” . saat itu isinya hanyalah candaan. candaan bahwa kami akan segera kesana dan makan ikan bakar. karena di logika, biaya ke sana cukup mahal dengan ukuran pendapatan kami yang Alhamdulillah pas-pas an 😀

di karenakan akhir tahun seprtinya saya tidak akan kemana-mana dan hanya memilih menikmati waktu di rumah, akhirnya saya memutuskan membeli sebuh ransel, ya itung-itung karna diskon akhir tahun setidaknya beli sesuatu 😀 . deal akhirnya tertarik dengan salah satu model tas di salah satu toko online. tanpa berfikir panjang saya pun langsung proses pembelian barang tersebut. karna saldo saya tipis akhirnya sayapun nitip trasfer ke saudara sepupu yang memang biasanya membantu saya untuk proses pembayaran 😀 . “mbk minta tolong trasferkan sekian ke sini ya, nanti sore tak anter ke rumah ” . ya ini perbincangan langgananan kami kalo saya minta tolong di trasferkan, kadang saya berfikir bukan karna uangnya, tapi karna hal hal ini akhirnya kami sering bersillaturahim, sekedar melepas lelah dengan membicarakan lingkungan pekerjaan kami setiap kami bertemu 🙂

akhirnya tak sampe hitungan jam , mbk sepupu pun sudah memberikan kabar “sudah nis ” , aku pun menjawab “siap , makasih mb :)” , ( mbk saya ini memang cepet kalo urusan ginian hahai ).

namun ada yang aneh, tetiba dia tanya “nis tanggal 25-tanggal 1 free ga” , sayapun langsung respon , eh sebentar ,saat itu saya sedang rapat untuk penerimaan rapot, intinya saya sedang mabok koreksi, nilai,dan aplikasi rapot yang harus saya pelajari pake kekuatan kamehameha #aaaak . “emang kenapa mb ?” , dia pun langsung balas lagi “ikut ke lombok yuk !!” , saat itu dalam suasana rapat serasa tetiba ada angin sejuk wing wing gitu lah 😀 “heeemh ” , “pengen !!!!” , namun tanggal 26 saya ada agenda, sebuah olimpiade tingkat kecamatan yang sudah saya persiapkan sebulan ini dengan team  dan saat itu saya mengalami dilema yang  cukup 😀  . (antara berangkat atau tetap bertahan )

Iklan

bukan sepotong, tapi segerombolan yang pergi ……….

 

bukankah memang sejatinya semua hanya titipan, entah itu yang nampak sampai yang berbentuk data . kadang kehilangan yang nampak secara fisik  ternyata lebih mudah di relakan daripada yang berbentuk “data”. bahkan sepekan ini saya masih berkabung akan kehilangan data :|. terlalu menyakitkan, dan terlalu sulit untuk merelakan.

tapi bukankah hikmah adalah hal yang di temukan seorang muslim di jalan, dan ia berhak mengambilnya untuk di jadikan bekal di perjalanan berikutnya ?

dari kejadian ini dapat saya petik pelajaran bahwa semua hanya titipan, dan akan kembali pada penitipNya . akan kah kita amanah dalam menjaga dan memanfaatkan titipan itu ? akan kah kita selalu baik dalam memperlakukkan dan menggunakan ? semua  akan pergi tanpa perhitungan, tanpa kompromi. maka dari itu sayangilah dia sewajarnya , cintai dia sewajarnya , karna kapan saja bisa di ambil pemiliknya  tanpa kompromi 😦 .

 

I’am Fine

bapak ibuk

“Believe me, I’am fine ” Tuhanku menjagaku lebih dari yang ku perlu…

kalimat ini ingin saya kabarkan pada teman hidup yang kini berpisah jarak, sudah hampir 5 tahun kami hidup bertiga , bermalam bertiga , bersiangpun kadang demikian.Sehat sehat lah disana, berbahagialah disana, aku akan menyelesaikan semuanya dengan baik baik saja. si ragil ini akan hidup dengan baik meski selama ini tak pernah berpisah sejauh dan sepanjang ini dengan kalian.

sehatlah, teguhlah, dan jangan lelah untuk merapalkan kebaikkan di tempat yang amat mulia di sana, aku akan menanti pulangmu , aku akan merapalkan do’a terbaikku agar Tuhanku menjaga kalian selalu dalam kesehatan dan kebaikkan ….

saatnya belajar lagi….

 

mari masuk….

“mari masuk”,mungkin itu ungkapan tuan rumah ketika menyambut tamunya. iya kini saya menjadi penghuni baru, saya menjadi orang baru di dunia di zona ini. apa itu RPP, silabus, promes, kurtilas, kurtilas revisi 2016  . ini tentang memahami,  meraba potensi a, tentang menjadi sosok untuk mereka , tentang mengingatkan,tentang diingatkan ,ini semua tentang belajar,mari belajar nak, satu tahun takkan lama…., berikan yang terbaik, toh lelah  yang kau keluarkan tetap sama ,kenapa tidak kita  pilih baik saja 🙂 ,

 

*kalian istimewa wahai teman makan siangku 🙂

makan

 

apapun itu , tenanglah …….

kekhawatiran takmenjadikan bahayanya membesar, hanya dirimu yang mengerdil. tenanglah, hanya semata karena Allah bersamamu. tugasmu hanya berikhtiar, di sana pahala surga telah menanti. -salim a fillah kali ini, seberapa banyak khawatir yang kau ijinkan masuk ke dalam hati? hingga ia mulai menjelma beban yang taklagi tertanggungkan. hari ini, seberapa besar takut kau pungut di tiap […]

via untuk sebuah kekhawatiran #SebabPerjalananAdalahTeman –152 — rumah matahari

se paruh dan se rapuh

Foto0243

ketika melihat film habibiainun saya masih belum terlalu greget dengan keadaan pak habibi yang mulai rapuh ketika di tinggal bu ainun. saya masih berfikir apa mungkin bisa serapuh itu ??? .

benarkah ketika sekokoh pak habibie bisa langsung tumbang dengan ketiadaan teman hidupnya. benarkah istilah jawa “Garwo” (sigaring nyowo) itu benar benar nyata ? bahwa seorang pasangan adalah separuh dari pasangannya ?

dan ternyata ini mungkin mendekati kebenaran  , kemarin di ceritakan seorang teman , kata beliau setelah ayah mertuanya meninggal ternyata ibu mertuanya tetiba yang tadinya tangguh dan kuat , masih energik keman mana, namun pasca di tinggal teman hidupnya, beliau pun sekarang mudah tumbang dan seakan tak ada lagi semangat beraktifikats.

cerita selanjutnya bapakibuk saya sendiri,saat itu bapak harus pergi ke malang selama 2 hari untuk study tour sekolahnya. saya fikir semua terlihat baik, saya dan ibuk hidup di rumah seperti biasanya, tetap makan tetap tidur dan tetap bahagia 🙂 . eh ternyata saya baru sadar , saat malam hari di hari pertama bapak pergi,ternyata  ibuk  dilanda kesulitan sare. padahal biasanya beliau mulai istirahat selepas sholat isak.

saat itu saya mulai mengerti ternyata betapa berharganya teman hidup mereka , karena mungkin merekalah orang yang selalu ada disisih, mereka lah yang selalu menemani,dan mereka yang selalu ada.

mungkin ketika separuh hilang , ia tinggal separuh yang rapuh. tapi sejatinya semua hanya titipan, semua MilikNya , dan akan kembali kepadaNya.

tamu

74222_1449124953632_750712_n

seyogyanya sebagai tuan rumah, kewajiban kita menyambut tamu dengan baik 🙂 , perkara sang tamu [merasa] baik ataupun sebaliknya dengan penyambutan kita yang  sudah kita ikhtiarkan baik, bukankah itu sudah bukan perkara kita lagi ??? 🙂

pindah

dsc_1489

bukan hal mudah untuk pindah, selain adaptasi  lingkungan saya juga harus  mempersiapkan semua hal baru yang mungkin nanti akan menyapa 🙂

awalnya saya masih ingin bertahan di lingkungan yang nyaman, ingin berada bersama orang orang yang saya rasa masih 1 frekuensi.namun ini hidup, tidak selamanya kita harus berada di zona nyaman 😀

dan bismillah awal bulan oktober ini saya minta pindah 🙂 . apapun yang terjadi saya harus kembali di ladang saya , apapun yang terjadi saya harus segera beradaptasi, apapun yang terjadi saya harus mulai fokus mbangun dan berkontribusi . hidup memang tentang pilihan, dan ladangpun demikian :).

dan yakinlah di setiap jalan yang terbentang , pasti ada orang orang spesial dan pilihan yang selalu Dia hadirkan 🙂

 

“Dipematang ku menerawang , tentang sebutir harapan yang pernah aku taman di kampung kelahiran 🙂 ”

 

[budi]

Sore kemaren waktu menjelang TPA salah satu keponakan saya datang ke rumah, dia memang sudah semangat  berangkat TPA kala itu walau adiknya tidak berangkat.

saat dia asikmainan games sambil menunggu saya bersiap, saya iseng bertanya padanya “Mbak alif kok mau berangkat TPA ?saat itu kondisi memang agak hujan dan rumah dia berbeda kampung dengan saya

Seketika itu dia menjawab sambil tetap asik dengan kesibukannya “Aku kangen temen temen, pengen ketemu “

dan saya hanya menjawab “:D nyes

Ini seakan jawaban harapan saya dulu ketika menghidupkan surau itu. kala itu niat awal saya ingin mengucapkan terimakasih dan balas budi pada ustad-ustadzah saya dulu waktu masih berada di masa keemasan. kala itu saya setiap 2 pekan sekali pasti berangkat TPA, dan bertemu teman-teman serta di  sambut ustad-ustadzah. kami di ajari  nyanyi, ngaji, berbagi dan jalan jalan . ah betapa manis kala itu.

naah karna hal itulah saya walaupun bersatu berusaha meng [ada] kan TPA di kampung kami. rasanya kurang adil ketika kami dulu sudah di fasilitasi pendahulu kami untuk menikmati masa keemasan itu dengan menyenangkan, kenapa  mereka [generasi sekarang ] yang sekarang harus kehilangan.

nikmati masa keemasan kalian anak anak sholih 🙂 , semoga kalian dan saya bisa menjadi wasilah orang tua kita ke JannahNya 🙂

buyuten :D

akar-rumput

bukan ku tak ingin menggapai bintang yang di langit , bukannya tidak ingin berada di puncak gedung, namun lebih tepatnya ternyata saya buyuten kl ada di atas :D.

maka saya lebih   memilih turun, saya lebih memilih mendarat dengan perlahan.memilih menjadi akar rumput.belajar hidup,belajar memahami, dan  melajar berkontribusi.

terimakasih ladang ladangku yang dulu telah memberikan banyak ilmu,banyak pengalaman, banyak jaringan. terimakasih kesempatannya telah menjadikan seonggok daging ini berkelana ke kota kota baru.

kini saatnya saya menjadi akar rumput:)